Melek AI
Melek AI
Repo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxAbout+ Submit Tool
Melek AI

Hub harian buat ngikutin AI. Repo GitHub yang lagi naik & berita AI terbaru, dirangkum AI dalam bahasa Indonesia.

JelajahRepo TrendingBeritaToolsBelajarSandboxKamus AISubmit Tool
LainnyaAboutYouTubeShorts
© 2026 Melek AIDibuat di Indonesia 🇮🇩
← Berita AI
TECHCRUNCH2 hari lalu

Pemenang Nobel John Jumper Tinggalkan DeepMind, Bergabung ke Anthropic

John Jumper, ilmuwan peraih Nobel yang dikenal atas kontribusinya di bidang prediksi struktur protein, memutuskan hengkang dari Google DeepMind dan bergabung dengan Anthropic — salah satu rival terbesar Google di dunia AI. Kepindahan ini cukup mengejutkan mengingat DeepMind adalah tempat Jumper meraih namanya di dunia riset AI. Ia bukan satu-satunya nama besar yang meninggalkan DeepMind belakangan ini.

Jumper adalah otak di balik AlphaFold, sistem AI revolusioner yang mampu memprediksi struktur protein dengan akurasi luar biasa — sebuah terobosan yang mengubah dunia biologi dan farmasi secara fundamental. Prestasinya itulah yang mengantarkannya ke panggung Nobel. Kini, keahliannya itu akan dibawa ke Anthropic, perusahaan AI yang fokus pada keamanan dan pengembangan model bahasa besar seperti Claude.

Kepindahan figur sekaliber Jumper ke Anthropic adalah sinyal kuat soal persaingan talent di industri AI yang makin memanas. Bagi Anthropic, ini bukan sekadar rekrutmen biasa — mendapatkan seorang peraih Nobel berarti menambah bobot keilmuan dan kredibilitas riset mereka secara signifikan. Bagi Google DeepMind, kehilangan beruntun nama-nama besar bisa memengaruhi persepsi publik soal daya tarik mereka sebagai tempat riset AI terdepan.

Menarik untuk diikuti: apa yang sebenarnya akan dikerjakan Jumper di Anthropic. Apakah ia akan membawa pendekatan riset sains (biologi, fisika) ke dalam pengembangan AI yang lebih umum, atau justru Anthropic punya agenda riset ilmiah yang lebih ambisius dari yang selama ini terlihat? Perpindahan ini bisa jadi pertanda pergeseran arah strategis yang lebih besar.

Baca artikel asli di TechCrunch →